Pendampingan Pembuatan Pupuk Kompos Berbasis Eco- Enzyme Di Desa Rejomulyo
DOI:
https://doi.org/10.23960/ijceaj.v4i1.20Abstract
Di Indonesia, sebagian besar sampah berupa sampah organik, dengan 62% sampahnya merupakan sampah organik. Sampah ini dapat diubah menjadi produk yang lebih berkelanjutan dengan menggunakan eco-enzyme, yaitu produk sampah organik kompleks yang dihasilkan dari proses fermentasi sampah organik, limbah, dan udara. Eco-enzyme memiliki banyak manfaat dan kegunaan, seperti sebagai pestisida, pestisida alami, dan metode pembuangan limbah organik yang efektif. Namun, pemanfaatan sampah organik di Indonesia masih terbatas, dimana 70% penduduknya tinggal di perkotaan. Pemanfaatan sampah organik di]bidang pertanian dianggap sebagai tantangan yang signifikan, mengingat mayoritas penduduk tinggal diperkotaan. Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan penggunaan sampah organik dan mempromosikan penggunaan sampah organik di bidang pertanian. Penelitian akan dilakukan di Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, dengan fokus pada brainstorming, diskusi, dan demonstrasi. Kajian ini akan melibatkan beberapa langkah, antara lain memahami pemanfaatan sampah organik, membahas penerapan sampah organik, mengevaluasi efektivitas eco-enzyme, dan menilai kondisi lingkungan pembuatan kompos.
References
S. Jumari, J. J. M., Napitupulu, dan J. Sinaga, “Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Eco
Enzyme sebagai Upaya Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di Smk Negeri 1
Tanjungpura,” Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, vol. 3, no. 1, p. 60–64, 2023.
N. Rochyani, R. L. Utpalasari, dan I. Dahliana, “Analisis Hasil Konversi Eco-Enzyme
Menggunakan Nanas (Ananas comosus) dan Pepaya (Carica papaya L .), vol. 5, p. 135–140, 2016.
Marmi, Sunaryo, dan D. Chamidah, “Pelatihan Pengelolaan Limbah Organik Menjadi
Ecoenzym pada Warga Desa Kalipecabean Candi Sidoarjo dalam Upaya Mewujudkan
Masyarakat Eco-Comunnity,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vo. 2, no. 6, p. 5239–5246,
R. N. Maula, A. P. Astuti, and E. T. W. Maharani, “Analisis Efektifitas Penggunaan Eco
enzyme pada Pengawetan Buah Stroberi dan Tomat dengan Perbandingan
Konsentrasi,” Prosiding Seminar Edusainstech, p. 434–442, 2020.
S. P., Nugraha dan N. Amini, “Pemafaatan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk,” vol. 2, no. 3, 193
, 2013.
R. K. Salsabila, “Efektivitas Pemberian Ekoenzim Kulit Buah sebagai Pupuk Organik Cair
terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica rapa L), vol. 12, p. 50–59.
I. Chahaya, I. K. Lubis, W. R. E. Tumanggor, dan F. Khairani, “Pemberdayaan Masyarakat
melalui Pengelolaan Sampah dengan Metode “Muse (Mari Ubah Sampah Menjadi Eco
Enzyme)” pada Karang Taruna Kecamatan Medan Johor,” Poltekita: Jurnal Pengabdian
Masyarakat, vol. 3, no. 3, p. 498–508, 2022.
H. Kriswantoro, G. A. Nasser, F. Y. Zairani, dan L. Nisfuriah, “Pemanfaatan Eco-Enzim dari
Sampah Organik Rumah Tangga untuk Menjaga Kesuburan Tanah dan Pengendali Hama
Tanaman,” vo. 3, no. 1, p. 7–11, 2022.


